Bagi kawan2 yang mempunyai ide silahkan kirim ke kami,apa saja cerita semasa di smp dulu
untuk pengiriman bisa melalui email : cerita@smp6dahliabjm.com atau ke sekretariat
syarat :
kirim biodata anda yg jelas pake poto..angkatan berapa (ini yang penting)
cerita anda,lucu,sedih dan lain2






September 15th, 2009 at 23:44
aku, Zainal Abidin, angkatan tahun 1983. Begini ceritanya:………………… Yang masih jelas aku ingat saat itu di tahun 1983, tapi aku lupa tanggal dan bulannya. Aku anak siswa kelas 3E yang saat itu di wali kelas-i Bapak Usman G. Entah bisikan setan mana yang mengisi otakku saat itu………..? Aku ingin TAMPIL BEDA aja diantara siswa siswi lainnya. Aku mengecat rambutku warna PIRANG. Pada pagi itu, penuh percaya diri aku pergi ke sekolah seperti biasa. Ketika kakiku melangkahkan kaki dari pintu gerbang sekolah hingga sampai ke dalam kelas. Riuh meriah terdengar tepuk tangan dan suit-suit dari teman-teman kelas 2 dan 3 saat itu mengiringi langkah kakiku. Dan pada jam istirahat pun aku jadi pusat perhatian (kayak selebriti aza). Sebagai wali kelas, Bapak Usman G mungkin dapat teguran dari Kepala Sekolah. Dengan halus Beliau menegurku : ” Nal, rambut ikam nang kaya haduk ni kawa lah di buangi ? “. Sepulang sekolah aku ke salon lagi mengecat rambut dengan warna HITAM. Yah, begitulah ceritanya, semoga teman-teman angkatan 83-84 masih ingat kejadian itu. Terimakasih.
September 16th, 2009 at 07:46
Kada tasalah kesah kah ? Rasanya nang ngaran Zainal Abidin itu urangnya alim, bungas, banyak baisi pacar he he he. Batamuan pulang kita lah.
September 18th, 2009 at 22:45
mantaps Nal kisahnya! untung rambut ikam kada ditatak kaya Helmi lah..
Nopember 10th, 2009 at 06:00
Sebenarnya saya tidak termasuk murid yang paling nakal (menurut saya) tapi kalau paling alim jelas tidak karena kalau ditempeleng, dipilas telinga atau dijambak rambut oleh Pak Zainuddin mungkin tidak terhitung jumlahnya. Cuma mungkin yang pernah ditempeleng oleh Pak Toar mungkin saya satu-satunya (sejauh yang saya tahu pada saat saya sekolah di smpn 6 dari tahun 1974 s/d 1976). Ceriteranya begini, pada waktu itu tepatnya sehari sebelumnya mulai diterapkan peraturan baju wajib dimasukkan celana. Saya sebenarnya tidak bandel dengan peraturan tersebut baju saya juga dimasukkan celana. Masalahnya pas bubar sekolah begitu keluar dari kelas menuju pintu gerbang, saya pikir sudah bebas maka baju saya keluarkan dari celana. Ee eee ternyata ada Pak Toar di depan pintu gerbang sekolah sembari bilang “menentang kamu ya ?”, jadilah saya kena tempeleng. Begitulah sosok Pak Toar yang sama kita kagumi dan banggakan yakni disiplin, konsisten, tidak pandang bulu. Terima kasih Pak Toar dan para Bapak Ibu Guru yang teleh menggembleng kita semua sehingga bisa jadi orang.
Maret 11th, 2010 at 10:25
And this is why I love smp6dahliabjm.com. Fascinating post.